Cute Food
Dessert Dalam Negeri
1. Kue Apem
Apam atau apem adalah makanan yang terbuat dari tepung beras yang didiamkan semalam dengan mencampurkan telur, santan, gula dan tape serta sedikit garam kemudian dibakar atau dikukus.
Sejarah Kue Apem
Menurut legenda, kue ini dibawa Ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya kembali dari perjalanannya dari tanah suci. Ia membawa oleh-oleh 3 buah makanan dari sana. Namun karena terlalu sedikit, kue apem ini dibuat ulang oleh istrinya. Setelah jadi, kue-kue ini kemudian disebarkan kepada penduduk setempat. Pada penduduk yang berebutan mendapatkannya Ki Ageng Gribig meneriakkan kata “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan.”
Makanan ini kemudian dikenal oleh masyarakat sebagai kue apem, yakni berasal dari saduran bahasa arab “affan” yang bermakna ampunan. Tujuannya adalah agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta. Lambat laun kebiasaan ‘membagi-bagikan’ kue apem ini berlanjut pada acara-acara selamatan menjelang Ramadhan.
2. Kue Kelepon
Kelepon adalah sejenis kue atau penganan kukus yang dibuat dari tepung ketan yang dibulatkan, diisi gula merah dan dibalurkan di atas kelapa parut hingga melekat.Penganan yang termasuk kelompok jajanan pasar ini dikenal tidak hanya di Indonesia, melainkan di negeri Jiran seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Sejarah kue kelepon,Klepon diperkenalkan ke Belanda oleh imigran Indonesia pada 1950-an, dan mulai tersedia di restoran, toko, dan supermarket.
Klepon dianggap sebagai penganan khas Asia Tenggara, dan bisa menjadi dessert atau kudapan pencuci mulut.Teksturnya kenyal, dan saat digigit, sensasi gula jawa pecah di dalam mulut.
Klepon bisa melambangkan keuletan, kesederhanaan, ketahanan, dan perlawanan.
2. Kue Ku
Kue Ku adalah kue tradisional berbentuk bulat atau oval kecil yang dibungkus dengan kulit terbuat dari bahan ketan yang lengket dan lembut dengan isian manis di tengahnya. Kue ini dibentuk menyerupai cangkang kura-kura dan disajikan di atas selembar daun pisang. Kue ku secara tradisional berwarna merah dan memiliki tekstur kenyal dan lengket saat dimakan. Kue ini biasa disajikan saat Tahun baru imlek.
Kue ini juga disajikan saat hajatan–seperti acara khitanan, kenduri, dan perkawinan–di Indonesia. Pada zaman modern, kue ku terus menjadi bahan pangan penting selama festival Tionghoa di banyak negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Tiongkok, Taiwan, dan Thailand. Namun, kue ku di negara-negara ini tidak lagi terbatas pada acara-acara khusus karena kue ku juga tersedia secara komersial di banyak toko kue.
Ada dua komponen utama dalam pembuatan kue ku, kulit dan isinya. Kulit sebagian besar terbuat dari tepung beras ketan dan ubi jalar, sedangkan isinya dibuat dari bahan-bahan yang sudah dimasak seperti kacang hijau atau kacang tanah dan gula. Setelah diuleni dan dicetak bahan-bahannya secara bersama-sama, kue ku dikukus di atas selembar daun pisang.
No comments:
Post a Comment